BLANTERSWIFTBEGANBENEFITSBLOG101
Peringatan Maulid Nabi Warga RT.03.RW.07 Di Masjid Baitul Atiq Berjalan Sukses, Berikut Ulasan Singkatnya.

Peringatan Maulid Nabi Warga RT.03.RW.07 Di Masjid Baitul Atiq Berjalan Sukses, Berikut Ulasan Singkatnya.

Selasa, 27 November 2018


tebopedia.com - Meskipun Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H sudah berlalu sepekan yang lalu,  namun antusias masyarakat RT.03.RW.07 kelurahan Tebing Tinggi Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo masih tinggi tinggi dalam memeriahkan acara tersebut.

Terbukti, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar tepatnya senin (26/11/2018) malam, bertempat di Masjid Baitul Atiq berjalan sukses, serta dipadati masyarakat setempat.

Taufik Hidayah, S.Pd.I, M.Si Ketua Panitia pelaksana pada acara tersebut saat sambutan menyampaikan, ucapan terimakasih kepada masyarakat setempat terutama jajaran kepanitiaan yang telah berhasil mensukseskan acara tersebut.

"Terimakasih kepada seluruh jajaran kepanitiaan yang telah mengorbankan waktunya untukensukseskan acara ini, semoga ini menjadi catatan amal kebaikan buat kita semua", ujar Taufik Hidayah.

Selain itu pria yang kerap dipanggil Taufik ini juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam mensukseskan acara tersebut, baik secara moril maupun materil.

"Terimakasih kami ucapkan kepada semua warga yang telah hadir dan
meluangkan waktu malam ini, meskipun cuaca dalam keadaan hujan. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada warga atas sumbangan untuk mensukseskan acara ini", tutup Taufik.


Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini diisi oleh Ustadz Helmun jamil, M.A. Sekurangnya ada 4 poin penting yang terkandung dalam tausiyahnya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

Pertama, sebagai bentuk cara umat bersyukur. Memperingati Maulid Nabi Muhammad adalah cara umat islam untuk menunjukkan rasa syukurnya atas kelahiran nabi Muhammad. Selain itu, syukur terdiri atas nikmat yang diberikan oleh Allah yang maha kuasa.

 “Ada tiga hal yang kita harus syukuri, Syukur atas nikmat jasmani, Syukur atas Nikmat Perbuatan, Syukur atas Nikmat Rohani”, ujar Ustadz.

Kedua, sebagai cara umat untuk mendapat pahala.Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW mengingatkan umat islam dalam kehidupannya untuk senantiasa melakuakan kebaikan. "Merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW berarti ada perbuatan baik disana dan Insha Allah akan diganjar pahala", ujarnya lagi.

Sedikit cerita yang di sampaikan Ustadz Helmun Jamil pada saat itu, Ia menceritakan kisah abu lahab pamannya Nabi Muhammad SAW yang selama hidupnya selalu berbuat jahat kepada Rasul semasa hiduonya. Namun, Abu Lahab juga pernah berbuat baik saat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Saat kelahiran Rasulullah, Abu Lahab merasa bahagia, sebagai bentuk bahagianya, Abu Lahab memerdekakan seorang budak bernama Suhaibatul.
"Seorang Abu Lahab saja bahagia dan senang atas kelahiran nabi Muhammad apalagi kita sebagai umat", tegas Ustadz Hilmun Jamil.

Lanjut Ustadz, "Melalui cara inilah kita mencari pahala dan semoga di yaumul hisab kita mendapat syafaat. Amin amin yaa Robbal alamin", tutup Ustadz yang akrab di sapa Jamil ini.

Tiga, sebagai cara untuk mendapat kebahagiaan.Memperingati maulid Nabi Muhammad SAW bisa jadi pembuka pintu rejeki bagi kita umat Islam. Seperti yang terjadi di zaman Rasulullah, dahulu disebuah kaum ada seorang wanita yang bernama Halimah Sa'diyah wanita tersebut adalah Ibu susuan Nabi Muhammad SAW ketika masih bayi.  Saat itu pula kehidupan Halimah Sa'diyah beruh menjadi bahagia. Itu semua karena keikhlasannya untuk menyusui nabi muhammad. Perkebunannya tumbuh subur dan hewan ternaknya berkembang pesat. "Jadi, melalui cara sederhana dengan memperingati maulid nabi tentunya dengan penuh keikhlasan umat islam akan mendapatkan kebahagiaan walaupun tidak dirasakan secara langsung", paparnya.

Empat, Sebagai cara Umat untuk menunjukkan Kecintaannya terhadap Nabi Muhammad SAW. Memperingati maulid Nabi Muhammad SAW adalah bentuk cinta kita sebagai umat. Tahukah kita (ujar ustadz/red) bahwa dahulu saat baginda Rasul dilahirkan burung burung berhenti berkicau seisi dunia menjadi tenang. Api kaum Majusi (penyembah api) padam. Seisi dunia terang benderang sebagai tanda kelahiran Nabi Muhammad SAW. Banyak peristiwa lainnya yang menjadi tanda kelahiran Nabi penutup umat islam ini. "Jadi dengan merayakan Maulid ini merupakan bentuk rasa cinta umat kepada seorang nabi yang sampai akhir hayatnya selalu mengingat Umatnya", tutupnya.

Setelah mendengarkan tausiyah, acarapun ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Ridwan, S.Pd.I M.Pd.I, namun sebelum itu Ustadz Riwan himbauan kepada masyarakat u tuk senantiasa memakmurkan masjid. “Mari kita sama-sama memakmurkan Masjid kita dengan ibadah solat wajib berjamaah”, tutup Ustadz Ridwan.

sumber : Halley Kawistoro
editor    : Akmal