BLANTERSWIFTBEGANBENEFITSBLOG101
Hamdani: Perantau, Pulang Bangun Daerah !

Hamdani: Perantau, Pulang Bangun Daerah !

Selasa, 13 November 2018


Penulis: Adi Sudirja


Tulisan ini menjadi catatan saya ketika saya menjadi salah satu pembawa acara di acara Kementerian Politik Hukum Dan Keamanan.

Singkat cerita, saya berkenalan dengan Hamdani, beliau adalah seorang bisnisman di Ibu Kota dan waktu itu saya mengenali beliau pada saat acara reuni dengan teman satu sekolahnya dahulu. Saya didaulat sebagai pembawa acara pada reunian tersebut.

Melihat hubungan yang baik ini, singkat cerita saya ditawari untuk menjadi pembawa acara di salah satu acara di Kemenpolhukam.

Ini seperti mimpi namun ini ternyata hal yang nyata, saya yang notabennya orang kampung bisa membawa acara di kementerian.

Saya dan teman saya Rudi berangkat ke ibu kota dengan menggunakan penerbangan melalui Bandar Udara Muara Bungo.

Sesampainya di Jakarta kita disambut dengan istri beliau yang notabenenya adalah seorang wanita karir yang bekerja di salah satu perusahaan CSR di Indonesia.

Siang itu kita dijemput dengan mobil Alphard hitam dan untuk pertama kalinya saya mengendarai mobil mewah tersebut.

Belum sampai di hotel tempat kami menginap, kami pun diajak untuk makan siang disebuah restoran Jepang dan saya mulai memperhatikan setiap inci dari sang pengundang kami yaitu Hamdani dan istrinya Gustia.

Saya belum bertemu dengan Hamdani sejauh ini namun setelah makan siang kami melanjutkan ke sebuah kantor di bilangan Kuningan dan disanalah saya bertemu dengan Hamdani.

Simple, Down To Earth, Humble mungkin itulah kesan yang akan saya patenkan untuk menggambarkan siapa Hamdani ini. Saya memanggilnya "Abang" karena beliau lebih nyaman dengan sebutan tersebut dan itu membuat kami jauh lebih akrab. Sedangkan istrinya Gustia saya memanggilnya dengan sebutan khusus "Bunda" sebutan itu pantas diberikan kepada beliau karena kehangatan dan kebaikan beliau memperlakukan saya dan teman saya persis seperti anaknya sendiri.

Saya pun mulai belajar lebih tepatnya mempelajari siapakah Hamdani ini . Karena sejujurnya saya belum mengenal terlalu jauh namun dari setiap detik dari setiap menit dan waktu yang kita lalui saya dapat memastikan beliau adalah figur yang baik.

Setelah sampai di hotel, kita pun istirahat sejenak sebelum akhirnya kita melanjutkan untuk makan malam di bilangan Blok M, sebuah foodcourt yang menawarkan begitu banyak jajanan malam, sangat ramai sekali terlihat banyak sekali pengunjung di tempat itu tak terkecuali pengemis, pengamen dan anak-anak kecil yang menjajakan tisu atau plastik dan sejenisnya.

Satu hal yang membuat saya tercengang adalah ketika si bunda Gustia dengan sangat dermawannya mengajak gerombolan pengamen untuk bernyanyi menghibur kami malam itu. Selesai bernyanyi 2 lagu, para pengamen pun diberikan uang sebesar 200 Ribuan. Tidak cukup sampai di situ ketika ada seorang anak kecil yang kemungkinan pada saat itu dia berusia 9 tahun dan dia sedang menjajakan tisu, dengan sangat rendah hati beliau membeli semua tisu yang dijual oleh anak tersebut dan menawarkan beberapa makanan, lantas anak itu juga mengajak saudaranya untuk makan bersama namun sangat disayangkan selesai kita makan anak tersebut belum kunjung datang juga, alhasil setelah kita mau pulang dan sudah berada di dalam mobil kita harus menunggu anak tersebut kembali. Setelah cukup lama menunggu dengan tergesa-gesa si ibunda keluar dan menghampiri anak tersebut dan memberikan selembar uang untuk membeli makanan. Saya rasa ini pemandangan yang sangat sulit ditemukan di Ibu kota yang kejam.

Yah, dapat saya pastikan suami istri ini adalah bukan orang sembarangan. Hidup mereka sangat berlimpah namun mereka tidak pernah lupa akan orang yang membutuhkannya.

Untuk apa mereka seperti itu, Nyaleg ? Sepertinya tidak!

Karena dalam pantauan saya mereka tidak pernah sekalipun ketahuan kikir atau tinggi hati. Singkat cerita saya juga banyak mencari tahu dengan sahabat dan rekanan bisnisnya dan semuanya mengatakan hal yang sama. Beliau dermawan !

Ya benar, Hamdani menyalonkan diri sebagai legislatif DPR Provinsi Jambi namun apa yang dibuatnya di Jakarta itu sepertinya tidak ada pengaruhnya untuk masyarakat Jambi. Untuk apa jika dia melakukan itu hanya untuk pencitraan, Bukankah akan menjadi kerugian sesaat?

Sayangnya saya tidak menanyakan hal itu kepada beliau dan saya rasa itu terlalu sensitif dan terlalu pribadi.

Tanpa saya diundang ke Jakarta dengan fasilitas yang super mewah pesawat, transportasi, makan, hottel, sama uang saku yang diberikan serta oleh-oleh. Saya akan tetap jatuh cinta kepada sosok ini karena menurut saya kepribadiannya sangat kuat dan tulus. Itulah integritas bukan sesuatu hal yang sementara dan karena kepentingan semata.

Hamdani dan Gusti. Ya, saya pikir mereka adalah satu kesatuan yang saling melengkapi dimana mereka berasal dari Sumay yang kemudian merantau ke Jakarta mengadu nasib. Memulai semuanya dari nol dan kini mereka mendapatkan semuanya dan mereka ingin kembali ke kampung halaman untuk membangun desa dan juga Daerah tercinta.

Saya pikir inilah yang dibutuhkan oleh Kabupaten Tebo , Untuk apa mereka sudah hidup bergelimang harta di Jakarta dengan fasilitas luar biasa, namun mereka masih memikirkan bagaimana mereka bisa berbuat banyak, bagaimana mereka bisa menggunakan platform DPRD Provinsi untuk membangun Daerah mereka.

Tanpa rasis dan kedaerahan, saya pribadi sangat mengagungkan sosok ini, Inilah cerita saya. Sepenggal cerita saya yang hanya anak desa namun bisa membawakan acara di sebuah acara Kementerian Republik Indonesia.

Editor : Akmal