BLANTERSWIFTBEGANBENEFITSBLOG101
Rp 2,3 Milyar Musnah Akibat Bencana Kebakaran di Tebo

Rp 2,3 Milyar Musnah Akibat Bencana Kebakaran di Tebo

Sabtu, 08 September 2018


tebopedia.com - Siapapun tidak menginginkan bencana kebakaran terjadi, namun takdir telah menentukan segalanya. Sebagai manusia kita hanya bisa berusaha dan berdoa agar senantiasa dilindungi oleh yang maha kuasa.

Di Kabupaten Tebo bencana kebakaran masih menjadi persoalan saat musim kemarau, terutama di lahan pekarangan masyarakat.

Terkait hal ini,  Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tebo telah mencatat 32 kejadian kebakaran sepanjang tahun ini dengan rincian terjadi di pemukiman 13 kasus, di lahan warga 15 kasus dan di kebun 1 kasus, industri 2 kasus dan lain-lain 1 kasus. Selain jumlah kejadian yang besar ini, akibat kejadian tersebut kerugian mencapai Rp 2,3 milyar.

Kabid Damkar Hendra Fitra menjelaskan jika laporan tersebut telah disampaikan ke Bupati Tebo dan instansi terkait guna difasilitasi adanya pertemuan lebih lanjut.

"Dari hasil pantauan kita selama ini, kebakaran yang terjadi di pemukiman warga dan lahan masyarakat tak lepas dari sejumlah faktor diantaranya akibat sejumlah faktor seperti api yang menyebar akibat membakar sampah, dan membuang puntung rokok tanpa pengawasan lebih jauh, sementara di kawasan perumahan tak lepas dari adanya faktor konsleting listrik dan kelalaian pemilik rumah,"paparnya.

Sementara itu dalam kasus berbeda, yakni kebakaran hutan dan lahan juga rentan terjadi di kabupaten Tebo terutama saat memasuki musim kemarau beberapa waktu lalu.

Bahkan  BPBD Kabupaten Tebo telah mengusulkan pendanaan tambahan terkait pencegahan Karhutla. Pengajuan ke BPBD pusat tersebut terkait  status siaga  karhutla di Kabupaten Tebo. 

Terkait hal ini pula, Kepala BPBD Hari Sugiarto  mengatakan jika hingga saat ini usulan tersebut belum dikabulkan dari pusat, dimana nantinya pendanaan dari pusat tersebut akan digunakan menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pendanaan dari pusat seyogyanya tidak boleh tumpang tindih dengan dana dari APBD, di ABPD murni beberapa waktu lalu, BPBD mendapat alokasi Rp 40 juta untuk kegiatan yang bersifat administrasi seperti rapat Koordinasi, sementara di APBD - Perubahan juga kembali diajukan.

"BPBD Kabupaten Tebo juga mengajukan penambahan peralatan personil di lapangan ke Provinsi, soal peralatan yang diusulkan akan digunakan untuk petugas di lapangan, dimana peralatan tersebut terkait untuk keselamatan petugas di lapangan, peralatan untuk penanganan karhutla dan sebagian untuk penanganan banjir,"katanya.

Diakuinya jika selama ini peralatan petugas cukup minim, sehingga peralatan tambahan seperti sepatu, masker, helm dan pakian Anti api keberadaannya dinanti petugas.

" Tidak mungkin kita hanya memerintah staff di lapangan tanpa dibarengi dengan peralatan keselamatan yang memadai, harapan kami, masyarakat kedepannya tidak membuka lahan dengan cara membakar,"kata Hari Sugiarto.
F
writer : Ade

HALAMAN SELANJUTNYA:

close
Banner iklan disini