BLANTERSWIFTBEGANBENEFITSBLOG101
PMI Tebo Hearing Dengan DPRD, Ini Pembahasannya

PMI Tebo Hearing Dengan DPRD, Ini Pembahasannya

Selasa, 18 September 2018

tebopedia.com-Polemik terkait Kepalangmerahan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Sukarelawan di Kabupaten Tebo berlanjut di meja DPRD Kabupaten Tebo. Hal ini didasari dengan adanya aduan dari Organisasi Palang Merah Indonesia Kabupaten Tebo yang disampaikan melalui Surat Nomor 001/UMUM/1.05.06/VII/2018 Tentang Hearing tanggal 23 Juli 2018 namun baru dapat terlaksana tanggal, 18 September 2018 yang menjadi kado indah diusia PMI yang menginjak 73 Tahun.

Dalam dengar pendapat ini, Palang Merah Indonesia Kabupaten Tebo menyasar  legislatif dan eksekutif untuk melihat sudut pandang dalam menyikapi suatu permasalahan dalam dunia Kepalangmerahan. Disamping itu, ada 14 Perwakilan dari berbagai unsur PMI, 4 Anggota Legislatif, Perwakilan dari RSUD STS dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo.

"Terimakasih atas i'tikad baik dari PMI Kabupaten Tebo untuk menyelesaikan permasalahan yang selama ini menyangkut Pelayanan Donor dan Kesehatan di Kabupaten Tebo, saya berharap dari sini akan ada solusi apa yang PMI alami, Dinkes, dan RSUD serta apa program kedepan untuk masalah ini,"tutur Syamsu Rizal notabene Wakil DPRD Kabupaten Tebo sekaligus pimpinan rapat.

Dalam dengar pendapat ini, pembahasan masih menyangkut mengenai Pelayanan Donor Darah dan Kesehatan di Kabupaten Tebo serta permasalahan Palang Merah Indonesia Kabupaten Tebo dalam menjalankan tugas sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Kepalangmerahan.

"Dalam pelayanan donor darah PMI Tebo belum memiliki UTD sendiri, kami masih menginduk dengan UTD RSUD STS Tebo dan kami mengupayakan kerjasama dengan mitra gerakan dan Stakeholder terkait, namun dalam hearing kali ini saya tidak hanya membahas mengenai pelayanan donor darah, namun keberlanjutan pembinaan relawan dan pembinaan dari Pemerintah Daerah terhadap organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan yaitu PMI,"lanjut Slamet Setya Budi selaku Sekretaris PMI Kabupaten Tebo

Untuk diketahui sesuai dengan amanat Undang-Undang, Tugas PMI tidak hanya dibidang Pelayanan Donor Darah namun juga dibidang membantu penanganan konflik dan musibah baik nasional maupun internasional, Pembinaan Relawan, Melaksanakan pendidikan dan pelatihan terkait Kepalangmerahan, Menyebarluaskan informasi terkait Kepalangmerahan, dan melaksanakan tugas kemanusiaan.

Dengan kondisi PMI Kabupaten Tebo saat ini tentunya akan menghambat proses pembinaan Sukarelawan.

"PMI Kabupaten Tebo harus diperhatikan dan harus kita awali dari sini, kami selaku Pembina PMR induk kami bukanlah Dinkes atau Diknas mereka adalah mitra, namun induk kami adalah PMI, disinilah awal mula mendidik generasi yang peduli dengan kemanusiaan dan pelayanan kesehatan, bayangkan apabila generasi muda kita didik maka tentunya akan mendorong generasi sadar akan donor darah," kata Isman Hidayat selaku Pembina PMR SMAN 11 Tebo.

Disamping itu, pembahasan hearing kali ini dibeberkan mengenai kondisi Internal PMI Kabupaten Tebo dan data bantuan hibah pemerintah Kabupaten Tebo.

"Alhamdulillah sejauh ini kita masih PLT (Pekerja Lillahi Taala), dari tahun 2003 baru sekali dapat dana hibah ditahun 2014, pernah kita ajukan namun ada sedikit kesalahpahaman. Namun, kita tidak berkecil hati karena justru dengan kondisi seperti itu kita mendapatkan bantuan dari USAID, AmCross, PMI Pusat dan terus berfikir kreatif membantu sesama, saya berharap mengenai kemitraan (Dinkes, Diknas, dll) agar ada hearing lanjutan," pungkas Slamet Setya Budi pula. 

Dalam dengar pendapat kali ini, ada empat poin kesepakatan yaitu hearing lanjutan Komisi 1 bersama PMI dan Instansi terkait dalam waktu 2 bulan kedepan, PMI segera membentuk struktur organisasi yang legitimasi untuk periode 2018 - 2023, Menunggu program anggaran yang diusulkan PMI dalam pembahasan anggaran tahun 2019, dan Mempersiapkan kantor Sekretaris PMI untuk memperlancar tugas Kepalangmerahan.

writer : redaksi