BLANTERSWIFTBEGANBENEFITSBLOG101
Puisi : Menjejak Rasa

Puisi : Menjejak Rasa

Jumat, 17 Agustus 2018



Oleh : Arief Chandra

Awan jingga memudar warna
Malam menutupi cahaya
Bias rona memudar warna
Kini hanya rasa menjejaki jiwa

Hati membara terbakar asmara
Api cinta yang lama menyala
Berkobar merasuki sukma
Jiwaku terlunta lunta
Dipagut ragu mengendap dada

Malam kelam tiada berbintang
Hanya berkabut bayang bayang
Resahku menghadang
Gelisahpun menguntai gersang
Terpaku bisu dalam bimbang
Oh dikau yang selalu terbayang

Kurajut dan kurenda aksara
Terjalinlah kata kata
dan jadilah bahasa
Namun bibirku kelu beku
Kram bagaikan salju

Suara tak bersuara
Alunan irama terasa hampa
Bahasa ter-eja tanpa makna
Suara kekata sirna

Oh jejak bahasaku
Kau menyusuri jalanan buntu
Rinduku semu
Gemetar jiwa ragaku
Rindu tak bertuju
Tinggallah jejak bebayangan sebu
Membias bekas diujung ruang kalbu

Komunitas Mata Pena
Sungai Aro,  Tebo Jambi 2018