BLANTERSWIFTBEGANBENEFITSBLOG101
Jadi Tempat Wisata Musiman, Berikut Penampakan Pula Honda

Jadi Tempat Wisata Musiman, Berikut Penampakan Pula Honda

Minggu, 26 Agustus 2018


tebopedia.com - Setiap musim kemarau tiba, muncul sebuah fenomena unik di Desa Tanjung Aur Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo. 

Dimana masyarakat sekitar dapat menikmati wisata di tengah-tengah sungai Batang Hari tanpa harus mengeluarkan sepeserpun. 

Yaitu keberadaan hamparan batu yang terbentang luas hingga sepertiga sungai Batang Hari. Bagaimana bisa berada ditengah sungai? tentu bisa, karena pada saat musim kemarau, dengan kondisi air sungai yang surut membuat bebatuan dan pair terbentang luas. Masyarakat sekitar, lebih familiar menyebutnya dengan sebutan Puau Honda.


Batu Kenyalau menjadi wisata musiman bagi masyarakat sekitar dan dari daerah luar Sekadau karena fenomena alamnya sangat indah. Dimana kita dapat merasakan berada ditengah sungai dengan hanya berjalan kaki, tanpa harus khawatir basah dan juga tanpa harus menggunakan perahu menjadikan masyarakat antusias untuk berkunjung ke lokasi tersebut. Apalagi sore hari menjelang malam cahaya merah dari sinaran matahari senja menambah bertambah indahnya pemandangan.

Tak hanya masyarakat Desa Tanjung Aur yang berkunjung, tak sedikit pula pengunjung yang berasal dari luar Desa yang berdatangan, lebih-lebih muda-mudi, datang hanya sekedar untuk berselfi ria bersama keluarga dan teman-teman. Ada pula yang datang dengan membawa pancing sembari menikmati indahnya sore hari.

Seperti yang disampaikan Dendi Guntoro, salah seorang pengunjung. Menurutnya, pulau tersebut berpotensi untuk dijadikan tempat wisata, jika di kemas dengan baik.

“Tempatnya bagus untuk foto-foto. Masyarakat juga ramai datang kesini berbondong-bondong. Santai-santai, ada juga yang cari ikan dengan cara memancing,” ujar Dendi.

Selain melepas penat bekerja sehairan, kita juga disuguhkan dengan pemandangan alam yang cantik dan memikmati matahari terbenam.

Meski menjadi tempat wisata musiman, lanjut Dendi "Namun diharapkan kami itu nantinya tetap dilakukan pengelolaan serta di kemas sebaik mungkin", ujarnya lagi.

“Tidak setiap hari ada, hanya muncul kalau musim kemarau saja, saat air sungai surut,” tambahnya.

Writer : Akmal