BLANTERSWIFTBEGANBENEFITSBLOG101
Hebat Tapi Tidak Populer, Ini Kisah Datuk Ngebi German Tembago Jati

Hebat Tapi Tidak Populer, Ini Kisah Datuk Ngebi German Tembago Jati

Jumat, 24 Agustus 2018

tebopedia.com - Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung memiliki banyak cerita dan sejarah penting dalam kehidupan masyarakat tempo dahulu.

Seperti di Kecamatan Tebo Ulu, diceritakan oleh H.Tabri (2011 silam, red) yang masih mengingat jelas tentang berbagai cerita yang di turunkan oleh nenek moyangnya, seorang pendahulu yang pernah hidup di Pulau Temiang. Sebut saja namanya Datuk Ngebi German Tembago Jati, mungkin bagi tetua-tetua desa setempat pasti langsung kenal dengan tokoh ini.

Kalu kami nan tuo-tuo Insya Allah kenal dengan Datuk Ngebi German Tembago Jati, tapi sayangnyo cerito ko dak lagi popular di kalangan masyarakat di siko,” ujar H.Tabri, Pemuka Adat Kecamatan Tebo Ulu.

Lanjutnya, adapun selain karena zaman yang terus berkembang, ketidak populeran Datuk Ngebi German Tembago Jati juga di sebabkan karena pada masa Jambi sedang menjadi kerajaan, putri raja sempat di rebut oleh Kerajaan Johor. Lalu apa hubungannya dengan Datuk Ngebi German Tembago Jati?

“Setelah putri di ambil atau di culik bahasa kininyorajo mengirimkan pasukan untuk mencari putri tersebut. Namun mereka terlebih dahulu di suruh mendatangi Datuk Ngebi German Tembago Jati untuk meminta pertolongannya,” ujar mantan DPRD dua periode ini sambil mangut-mangut.

Datuk Ngebi German Tembago Jati setelah di datangi pasukan tersebut untuk di mintai pertolongannya justru menolak dengan cara yang halus, dan hal itu tentunya membuat sang raja marah. Dan berawal dari sana maka Datuk Ngebi German Tembago Jati  hingga kini sangat jarang di ceritakan sepak terjangnya sehingga cerita ini menjadi tidak popular.

Namun, entah bagaimana ceritanya akhirnya Datuk Ngebi German Tembago Jati setuju membantu raja untuk mengambil putrinya tersebut.Datuk Ngebi German Tembago Jatijuga di temani oleh Demang Itung yang berasal dari Kuamang VII Koto.

Sebelum berangkat ke Kerajaan Johor,Datuk Ngebi German Tembago Jati dan Demang Itung menyusun rencana dan membuat kesepakatan, dan dalam kesepakatan tersebut mereka ternyata tidak hanya merebut kembali sang putri raja, tetapi juga akan mengambil salah satu anak dari Raja Kerajaan Johor.

“Kesepakatan mereka adalah apabila yang berhasil mereka ambil anak perempuan raja Johor maka akan menjadi milik Datuk Ngebi German Tembago Jati, namun sebaliknya maka akan menjadi milik Demang Itung,” ujar Tabri.

Ringkas cerita, dalam usaha mengambil putrid tersebut sesampai di depan kerajaan Johor Datuk Ngebi German Tembago Jati mencabut serumpun bamboo dan di lemparkan kedalam Kerajaan tepat di depan istana, hal tersbeut spontan membuat seisi kerajaan panik.

Pado kesempatan itu jugo Datuk Ngebi German Tembago Jati  danDemang Itung masuk dan setelah bertarung dengan para prajurit-prajuri Raja Johor akhirnya mereka berhasil merebut sang putrid raja,” terangnya pula.

Tidak hanya putrid raja Kerajaan Jambi saja yang berhasil mereka rebut kembali, tapi seorang anak lelaki raja juga berhasil mereka ambil. Dan sesuai perjanjian akhirnya anak putra raja Johor tersebut di bawa pulang oleh Demang Itung ke kampungnya.

“Setelah berhasil melakukan misi tersebut, putrid raja langsung di antar ke raja Kerajaan Jambi (Tidak Ingat namanya,red), dan sesampai di sana raja langsung bertanya kepada mereka, ‘kalian minta apa’?,” katanya.

Setelah mendapat pertanyaan dari raja, Datuk Ngebi German Tembago Jati langsung menjawab dengan kalimat Kami Tidak Minta Emas yang Sebongkah, Kami Juga Tidak Minta Uang yang Betabung, Tapi Kami Minta VII Koto dan IX KotoBepagar Betis Bebenteng Dado.

“Permintaan tersebut di penuhi, dan makna dari kalimat VII Koto dan IX KotoBepagar Betis Bebenteng Dado,bahwa mereka minta kampong halaman tempatnya tinggal untuk tidakdi ganggu, jika di ganggu maka mereka siap,” ujarnya.

Alhasil setelah menunaikan permintaan raja dan merekapun pulang dengan keberhasilan yang memuaskan, dan putra raja Johor yang berhasil di ambil juga ikutDemang Itung hidup bersamanya hingga wafat.

“Kini Kuburan Datuk Ngebi German Tembago Jati  ado di daerah Bungo Tanjung dan sampai saat ini dia juga terkenal dengan kekuatannya yang kuat dari yang kuat, tapi untuk nengok nisannya sangat sulit, terkecuali mereka yang benar-benar datang untuk melihat dengan niat hati yang bersih,” tandasnya.

Selain Datuk Ngebi German Tembago Jati, di daerah setempat juga ada tokoh lainnya yang kerap di ceritakan para moyang merka, yaitu seperti Datuk Bawah Juo (H.Abdullah), Datuk Tumenggung Padek yang konon di sebut masyarakat selalu di damping raja jin dari india, datuk kumis ijuk Urat kawat, Datuk Tahan Kilang dan beberapa tokoh lainnya yang berasal dari Teluk Jambu.

writer : Ade