BLANTERSWIFTBEGANBENEFITSBLOG101
Dugaan Gratifikasi dan Suap Zumi Zola CS Untuk Berdzikir?

Dugaan Gratifikasi dan Suap Zumi Zola CS Untuk Berdzikir?

Senin, 27 Agustus 2018



Profil Penulis

Oleh : Slamet Setya Budi

Kejutan terbesar bagi Masyarakat Jambi dalam momen Hari Ulang Tahun (HUT) Negara Kesatuan Republik Indonesia ke 73 Tahun adalah mencuatnya hasil sidang pada kasus yang menjerat Zumi Zola dkk mengenai aliran diduga uang Gratifikasi dan Suap lebih dari 44 Milyar di berbagai media.

Seperti dikutip dalam harian Tempo dan Indowarta (Judul: Rincian Penggunaan Uang Gratifikasi), menyebutkan dugaan Gratifikasi dan Suap digunakan untuk berbagai kepentingan diantaranya kepentingan partai, keluarga, shopping, ibadah, kampanye, dan menyuap Oknum dewan. 

Kejadian tersebut, tentunya menimbulkan   perspektif yang buruk di masyarakat sehingga munculah hujatan atas luapan kekecewaan mereka. Sesaat kita lupa, bahwa kejadian tersebut tentunya ada hikmah besar yang dapat kita ambil sehingga tidak akan melahirkan Pemimpin Busuk Haring kedepannya.
Hikmah yang terbesar adalah bagaimana memunculkan hati dan pikiran kita agar lebih mengingat Allah SWT dan berkaca pada diri sendiri, karena mencuatnya permasalahan ini adalah teguran bagi kita semua, apakah sudah siap, tepat, dan mengetahui cara menjadi Pemimpin, memilih pemimpin dan menyikapi sebuah masalah.
Untuk itu, perlunya kita mengingat Allah SWT dengan cara berdzikir. 

Setidaknya kita belajar pada hadist berikut "Tidaklah suatu kaum bermajlis lalu mereka tidak berdzikir kepada Allah kecuali mereka akan mendapatkan kerugian, tidaklah seseorang berjalan serta tidak berdzikir kepada Allah 'azza wajalla melainkan ia akan mendapatkan kerugian, dan tidaklah seseorang berbaring di tempat tidurnya kemudian ia tidak berdzikir kepada Allah kecuali ia akan mendapatkan kerugian." (HR. Ahmad: 9213).

Sebuah makna yang mendalam yang terkandung dalam hadist tersebut ialah apabila kita tidak mengingat Allah SWT dalam situasi apapun maka sesungguhnya kita dalam kerugian. Sejujurnya setiap hari kita selalu berdoa kepada Allah, 
اهْدِنَا الصِّرٰطَ الْمُسْتَقِيمَ,
صِرٰطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآلِّينَ
Tunjukillah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Namun kadang kita lupa karena itulah sifat manusia, dikala lupa Allah memberikan sebuah teguran agar kita tidak melenceng terlalu jauh. Sebuah jabatan adalah Amanah dari Allah SWT untuk itu sudah seharusnya ditunaikan dengan sebaik mungkin.

Terpikir dibenak saya hukuman di Indonesia dirubah, apabila setiap orang yang korupsi harus beristighfar atau menyebut nama Allah sesuai dengan nominal uang yang ia korupsi sebagai wujud memohon ampun kepada Allah SWT dan Insyaallah hatinya akan tenang dan tergerak untuk memperbaiki diri. Namun sepertinya itu mustahil karena tidak ada diatur dalam undang - undang.

Bayangkan jika 44 Milyar setiap satu lembar seratus ribuan ia gunakan untuk Berdzikir atau mengagungkan nama Allah atau membaca Al-fatihah maka kita sudah mengagungkan nama Allah atau membaca Al-Fatihah sebanyak 440.000 ribu kali. Jika dalam sehari kita membaca Surah Al-Fatihah sebanyak 33 Kali maka kita membutuhkan waktu 36,52 tahun untuk membaca Surah Al-Fatihah sebanyak nominal uang 100.000ribuan yang digunakan untuk dugaan Gratifikasi dan Suap oleh Zumi Zola sebesar 44 Milyar.

Sebagai manusia tentunya kita tidak lepas dari yang namanya godaan, ujian, dan cobaan. Namun, dibalik itu semua apabila kita sabar dalam menghadapinya Insya Allah derajat kita akan ditinggikan kembali oleh Allah SWT. Untuk itu, alangkah baiknya dibanding kita menghujat lebih baik kita mendekatkan diri kepada Allah SWT, insyaallah kita dan keluarga kita akan terhindar dari kerugian.

"Allah 'azza wajalla berfirman; 'Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari." (HR. Muslim: 4832).

Kirim tulisan anda untuk kolom Analisis dan Curhat, lihatketentuananya disini. Konten dan Isi diluar tanggungjawab tebopedia.com