BLANTERSWIFTBEGANBENEFITSBLOG101
Berusia Ratusan Tahun, Ini Tempat Asal Tari Kelik Elang

Berusia Ratusan Tahun, Ini Tempat Asal Tari Kelik Elang

Jumat, 24 Agustus 2018


tebopedia.com-100 Tahun mungkin merupakan usia yang cukup lama jika di alami oleh seorang manusia, tapi tidak untuk sebuah karya manusia. Meskipun pencetusnya telah wafat tetapi karyanya tidak akan pernah lekang dan pudar oleh waktu.

Hanya saja, yang selalu menjadi kendalanya adalah bagaimana mempertahankan suatu karya, terlebih berupa seni gerakan tentunya bukanlah hal yang mudah, dan ini perlu berbagai upaya yang optimal dalam melestarikannya.
Tebo, dengan berbagai kearifan lokalnya butuh waktu yang panjang dan usaha yang keras untuk memeliharanya. Seperti yang ada di Pulau Temiang, yaitu Tari Kelik Elang sebuah karya seni gerakkan yang sudah ada sejak 100 tahun lalu, meskipun jarang terdengar tapi masih terus dilestarikan masyarakat, dan hingga kini seni gerakan tersebut terus mempertahankan ciri khasnya.

Baik itu mulai dari gerakkan yang unik hingga musik yang mengiringi dengan berupa alat-alat musik tradisional, seperti Kulintang, Tetawak dan gendangan. Bahkan tari Kelik elang inipun pernah di pakai untuk merayakan kampanye pemilukada pada beberapa tahun yang lalu.

“Tari Kelik elang ko umurnya lah lamo nian, sekitar 100 tahun lebih la,” ujar H Tabri salah satu Pemuka Adat Kelurahan Pulau Temiang.

Selain umurnya yang sangat tua, di sisi lain yang selalu di ingat para tokoh masyarakat setempat bahwa penari Kelik Elang pertama adalah seorang gadis yang bernama Tabima (Masa Gadisnya,red), namun sayangnya penari tersebut kini sudah tiada, dan dia juga merupakan isteri dari Toyib.

Tari Kelik Elang ini juga pernah di jadikan sebagai tarian Bungo Tebo pada masa kepemimpinan H Hasan yang saat itu menjabat Bupati, dan sampai kinipun tarian ini terus di gunakan dalam berbagai kegiatan resmi Kelurahan.

Kalo kini tarian ko galak muncul di acara penyambutan, acara pengantin atau jugo acara –acara keramaian lainnyo yang bersifat resmi,”katanya kepada awak media.

Saat ini tarian Kelik Elang ini terus di kembangkan oleh turunan keluarga Tabima, bahkan yang ikut belajar tarian ini bukan hanya kalangan ibu-ibu saja, tetapi juga di ikuti para gadis-gadis remaja yanga ada di Kelurahan Pulau Temiang.

Dan Kelik Elang sendiri gerakkannya di ambil dari gerakkan burung elang, yaitu dengan ciri khas tangan yang melambai-lambai dan mengalun-alun bak kepak elang ketika menjelajahi langit bumi. Selain itu nama Kelik elang ini juga memiliki arti kata.

“Kelik Elang itu yo lah artinyo Elang Belago(Berkelahi,red), dan penari kelik elang ikominimal adalah dua orang dan maksimalnya yaitu enam orang,” pungkas H Tabri pada 2011 silam kepada penulis.

writer : Ade