BLANTERSWIFTBEGANBENEFITSBLOG101
Asal Mula Nama Desa Sungai Keruh

Asal Mula Nama Desa Sungai Keruh

Selasa, 21 Agustus 2018

dokumen lama Masjid Sungai Keruh pada masa Mustafa Kamal

tebopedia.com - Setiap daerah diberi nama tentunya memiliki sejarah dan latar belakang sendiri, baik itu berasal daei kisah nyata atau mindset penduduk dimasa itu.



Kita mulai dari Desa Sungai Keruh yang terletak di Kecamatan Tebo Tengah, dimana dari Kota Muara Tebo letak desa ini yaitu sekitar dua puluh lima kilometer. Dan untuk sampai kesana dapat menggunakan hampir semua jenis kendaraan darat. Sebab Desa Sungai Keruh ini terbentang di Kecamatan Tebo Tengah dengan kondisi desa yang membelah oleh Jalan Lintas Tebo Bungo.

Desa yang pernah disebut-sebut sebagai kiblat sepak bola atau surganya alam dengan keberadaan tanah bisa dimakan ini diperkirakan memiliki luas wilayah sekitar 3.400 hektare. Dan permukaan tanahnya berupa dataran dengan produktifitas sedang.

Penduduk di desa inipun sudah mencapai angka dua ribuan pada beberapa tahun terkahir, namun sayangnya di desa ini belum ditemukan sarana lembaga pendidikan sekolah menengah atas (SMA), yang ada hanya Sekolah dasar (SD), atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan juga SMP.

Meskipun demikian anak didesa setempat tetap termotivasi untuk mengecam dunia pendidikan meskipun harus keluar daerah atau memanfaatkan fasilitas pendidikan terdekat.

Tidak jauh dari simpang ilir Desa Sungai Keruh ada sebuah dusun yang merupakan tempat berdiam perangkat desa dan pengurus adat. Sekitar tiga ratus meter dari simpang tersebut berdiri rumah panggung yang khas melayu jambi. Dan disalah satu rumah tersebut berdiamlah seorang tokoh Adat Desa yang bernama Mustafa Kamal.

Pria kelahiran 1947 ini telah memiliki tiga orang anak, dan saat ini dirinya ditunjuk oleh masyarakat sebagai petua desa yang mengurusi soal adat istiadat. Meskipun cukup tua, Kamal terlihat masih semangat dan senang berkomunikasi dengan warga maupun pendatang yang menjumpainya.

Dirumahnya yang cukup tua, Kamal menuturkan berbagai kisah dan sejarah tentang tanah kelahirannya ini. Dimana dari cerita orangtua dan moyangnya yang disampaikan turun temurun. Kata Sungai Keruh yang saat ini dinamakan kepada desa tersebut memiliki sejarah yang merupakan kebiasaan penduduk setempat.

Dimana desa yang dahulunya pada masa penjajahan Belanda adalah merupakan Ibu Kota Marga Petajin Ulu ini memiliki sekumpulan masyarakat yang hidup bermukim dengan pola mata pencaharian pertanian. Namun ditengah waktu berlalu, sekumpulan insan ini terpaksa harus melarikan diri hingga ke hulu Sungai Batanghari.

Pado waktu itu, antaro Rajo Jambi dengan Rajo Palembang terjadi perang. Akibat kejadian itu penduduk banyak ngungsi, termasuk penduduk desa kamikoPado umumnyo lari ngungsi hinggo limo kilometer dari desako kearah hulu sungai,” ujarnya Mustafa Kamal saat saya konfirmasi sekitar 7 tahun yang lalu.

Karena banyaknya penduduk yang mengungsi maka di tempat persembunyian tersebut mereka berupaya bertahan hidup. Tentunya seperti layaknya kita saat ini mereka melakukan berbagai aktivitas kehidupan untuk memenuhi makan maupun minum.

Sehingga  penduduk yang bermukim di huluan tersebut menjadikan sungai sebagai sarana utama mereka dalam melanjutkan kehidupan. Dan pada suatu waktu pengungsi tersebut beramai-ramai mencuci beras disungai, sungai itupun menjadi keruh akibat aktivitas mereka.

Peristiwa itupun dijadikan penduduk sebagai nama desa, yaitu dengan sebutan "Desa Sungai Keruh". Hingga kinipun nama desa tersebut tetap dipakai dan asal mulanya terus diceritakan para petua maupun orangtua kepada generasi mereka.

Begitulah asal mula nama desa ini, adapun penulis mencatat kisah ini ada tahun 2011 silam, dan hingga saat ini postingan pertama masih tertera dalam blogger pribadi penulis.

writer : Ade