BLANTERSWIFTBEGANBENEFITSBLOG101
Segenggam Beras Untuk Tahfidz Qur'an

Segenggam Beras Untuk Tahfidz Qur'an

Selasa, 10 Juli 2018



tebopedia.com-Yayasan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al Azizy Tebo memiliki 180 santriwan dan santriwati, sebagian besar, dari mereka berasal dari keluarga yang serba kekurangan alias tidak mampu, bahkan ada dari mereka yang tidak memiliki kedua orang tua. Mengenyam pendidikan agama di Pondok Pesantren hingga bisa menjadi tahfiz Al Qur’an adalah mimpi besar mereka. Dengan segenggam beras dan  segenggam harapan, ratusan santriwan dan santriwati di Pondok Pesantren ini berharap bisa  membanggakan keluarga mereka yang masih hidup maupun yang sudah berada dialam kubur.

Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Azizy yang beralamat di Dusun Penampoian Desa Mangun Jayo Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo Provinsi Jambi ini merupakan satu-satunya Pondok Pesantren yang memiliki  Program  Mata Pelajaran Utama  Tahfiz (Penghapal Qur’an). Sejak didirikan pada Tahun 2012 lalu, hingga kini sudah puluhan santriwan dan santriwati yang mampu mengahap  Al Qur’an hingga 17 jus.

Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al Azizy tidak begitu sulit untuk dicapai. Tepat ditengah Ibukota Kabupaten Tebo, terdapat Pasar Tanjung Bungur, dari pasar tersebut melewati jembatan menyebrangi Sungai Batanghari, sekitar tiga kilometer, melewati jalan berbatu dan berdebu, kita sudah  tiba dikawasan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Azizi.

Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya bangunan yang terbuat dari kayu dengan bentuk kotak-kotak  yang jauh dari kata bagus dan indah. Namun disinilah kemajuan peradaban Islam terlihat. Kondisi tempat dan lokasi yang jauh dari kata layak ini tidak membuat santriwan dan santriwati berhenti untuk terus menggapai segudang prestasi.

Sejak berdiri ditahun 2012 lalu, hanya ada 5 santri yang menimba ilmu dipondok Pesantren yang luasnya hanya berkisar 15 tumbuk ini. Namun dengan kerja keras dan keyakinan, akhirnya Pondok Pesantren ini bisa dikenal dan menjadi  besar. Ditangan dingin Ustadz Abdul Aziz, S.Pd, kini Pondok Pesantren ini memiliki 180 santriwan dan santriwati.

Bukan hanya mampu mampu membesarkan nama Pondok Pesantren Tahfizhul  Qur’an Al Azizy dikabupaten Tebo, tapi Ustadz Abdul Aziz ini juga mampu membawa nama Tahfizhul Qur’an Al Azizy harum  hingga ketingkat Provinsi Jambi. Kini dengan 180 santriwan dan santriwati, Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al Azizy telah memiliki 5 hektar lahan untuk keperluan pondok.

Dari 180 santriwan dan santriwati, 103 adalah santri laki-laki dan 77 santri perempuan dengan tenaga pengajar 2 guru pengasuh santriwan dan 4 guru pengasuh santriwati. Hingga tahun 2018 ini,  seorang santriwati mampu menghafal 17 jus, 2 santriwan mampu menghafal 15 jus dan hampir sebagian baru mampu menghafal 10 jus dalam Al Qur’an.

Abdul Aziz,S.Pd.I, putera Desa Mangun Jayo ini merupakan sosok penting dibalik berdirinya tempat nyantri ini, dimana dengan perjalanan yang cukup panjang dan diawali dengan kemampuan pribadinya dalam menghafal Al-Qur’an. Sosok Abdul Aziz telah mampu memberikan tempat bagi pemuda dan anak-anak Tebo untuk belajar dan menghafal Al-Quran tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

“Mereka dari keluarga tidak mampu. Jadi kesulitan untuk biaya pendidikan. Karena sudah ada yang dermawan, mudah-mudahan mereka bisa lebih fokus belajar…”ujar Abdul Aziz.

Prestasi Yang Mampu Mengambil Hati
Perhelatan akbar Musabaqoh Tilawatil  Qur’an (MTQ) dan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) tingkat Provinsi Jambi yang berlangsung tahun 2015 lalu, santriwan dan satriwati Pondok Pesantren Thafizhul Qur’an Al Azizy mampu mengharumkan nama Kabupaten Tebo. Namun, sejak lahirnya prestasi yang diukir oleh para santriwan dan santriwati ini, Pondok Pesantren yang diasuh Ustadz Abdul Aziz akhirnya mulai mendapatkan hati Pemerintah Kabupaten Tebo.

Kini ratusan santriwan dan santriwati sudah bisa mengangkat kepala mereka, selain sudah memiliki sarana prasarana penunjang yang lebih memadai, para santriwan dan santriwati ini sudah memiliki orangtua asuh  yang siap menopang segala biaya pendidikan dan hidup mereka selama mondok di Ponpes  Al Azizy.

Dimana sebelum Tahun 2015 Abdul Aziz harus menjalani masa sulit dan getir dalam upaya membangun semangat para pengasuh dalam menjalankan roda pendidikan di pondok  pesantren ini. Karena kurangnya perhatian dimasa itu, Aziz bersama para pengasuh dengan segala upaya dan daya terus menggenjot proses pendidikan sehingga para santrinya dapat tampil pada ajang penting umat islam baik ditingkat Kabupaten maupun provinsi.

Ustadz Abdul Aziz, mengakui, bahwa awalnya Pondok Pesantren yang didirikannya sejak tahun 2012  dapat melahirkan prestasi dan mampu menggelontorkan santriwan dan santriwati yang thafiz  Qur’an yang awalnya menggunakan dan mengandalkan anggaran bantuan dari Wali dan Orangtua Santri serta dana pribadinya, sehingga pada akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Tebo.

"Saya sangat berterimakasih dengan para wali murid, sebelum kita memiliki prestasi kita memang belum menjadi perhatian, tapi Alhmadulillah saat ini dari Pemerintah Daerah Tebo kita telah mendapatkan bantuan dua lokal dan beasiswa untuk beberapa siswa," terangnya.

Melihat keseriusan para wali santri dan semangat para santri, Abdul Aziz dalam membangun karakter santri yang memiliki akhlak mulia melalui pendidikan di Pondok Pesantren ini terus mengobarkan semangatnya kepada para pengasuh, hal inipun patut mendapat apresiasi yang sangat besar.

Abdul Aziz juga tidak memungkiri kalau Pondok Pesantren yang diasuhnya ini sangat membutuh perhatian Pemerintah Kabupaten Tebo serta pihak-pihak  swasta. Karena itu ia berharap walaupun tidak memiliki prestasi dalam tingkat perlombaan, namun jelas dalam proses mencetak santri, maka harus dibantu, baik itu pondok pesantren manapun.

"Jujur dan tidak bisa dipungkiri,  kita sangat butuh perhatian dari Pemkab Tebo dan pihak-pihak swasta,  terutama bantuan dalam bentuk dana dan fasilitas,"tutur ustadz Abdul Aziz.

Meski saat ini, Ponpes Tahfiz Qur'an AL-Azizi masih minim anggaran, namun Abdul Aziz.S.Pd.I bertekad akan terus mempertahankan Ponpes ini.  Bahkan dia memiliki target, dalam satu tahun santrinya sudah harus hafal Al-Qur'an 30 Jus.

Segudang Prestasi Tingkat Kabupaten dan Provinsi Jambi
Pondok Pesantren asuhan Abdul Aziz ini ditahun 2015, berhasil meraih juara II lomba Tartil Qur'an atas nama Santriwati Rexi dan juara II Ceramah Putri atas nama santriwati Lasrida. Prestasi bergengsi ini diraih diajang MTQ Fasi (Festival Anak Sholeh Indonesia) Tingkat Provinsi Jambi yang digelar di Kerinci.

Wirda, Juara II FASI tingkat Provinsi Jambi yang digelar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 2016. Rexi juara III Hafiz 1 jus MTQ Tingkat Provinsi Jambi yang digelar di Kabupaten Merangin tahun 2016. Meraih juara III hafizah 1 jus dan  Tilawah MTQ Provinsi Jambi di Tanjung Jabung Timur tahun 2017.

Bukan hanya prestasi ditingkat Provinsi Jambi, ditingkat Kabupaten Tebo, nama-nama santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Thafizhul Qur’an Al Azizy ini sangat diperhitungkan. Tahun 2016, santriwati atas nama Ani Rukmana Kelas II Aliyah, berhasil meraih kategori Terbaik I diajang lomba Da'i Tingkat Ponpes se-Kabupaten Tebo.

Namun dikarenakan ajang-ajang bergengsi tersebut jarang digelar di Kabupaten Tebo, saat ini santriwan dan santriwati tetap terus bersemangat menghafal dan belajar, agar saat festival ataupun lomba nanti, mampu meraih yang terbaik.

Hafiz dan  Hafisah Mendapatkan Orangtua Asuh
Kini Pondok Pesantren Hafizhul Qur’an Al Azizy sudah memiliki  pondasi kuat, selain mendapat bantuan pembangunan ruang kelas, santriwan  dan santriwati yang memiliki prestasi dan mampu menghafal Al Qur’an hingga beberapa jus, mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tebo berupa Beasiswa. Saat ini ada 3 hafiz dan hafizah yang telah menerima beasiswa sebesar Rp 1  juta/bulan.

Bukan hanya bantuan dari Pemerintah Tebo, para dermawan yang tinggal di Tebo juga banyak yang siap menjadi orangtua asuh untuk para hafiz dan hafizah ini. Tercatat hingga tahun 2018 ini, sudah ada 7 santriwan dan satriwati penghafal Qur’an yang memiliki orangtua asuh.

“Pak Zumrah memiliki 2 orang anak asuh yakni  Azwan dan Alek, Pak Abdal bersedia dan ikhlas mengasuh seorang hafizah bernama Lizaumani, H. Suhai dan Hj Anita memiliki 3 anak asuh bernama Yoga, Haikal dan Afifah dan terakhir seorang anggota Polisi bernama Kompol Iskandar memiliki 2 anak asuh bernama Reinaldi dan Rizi,”terang Ustadz Abdul Aziz.

Para orangtua asuh ini ikhlas membiayai anak-anak asuh mereka hingga mereka menyelesaikan sekolahnya, bahkan jika mereka memiliki  prestasi yang gemilang, para orangtua asuh ini juga bersedia membiaya anak asuh  mereka sampai ke Perguruan Tinggi.

"Alhamdulillah masih banyak orang-orang dermawan yang mau menjadi orangtua asuh bagi santri kami,”ungkap Ustadz Abdul Aziz.

Santriwan dan santriwati yang mendapat orangtua  asuh ini adalah santri yang berbakat namun terkendala biaya untuk pendidikan. Ditambahkan oleh Abdul Aziz, jika apa yang telah dilakukan penderma tersebut menunjukan masih ada pejabat kita yang masih peduli dengan nasib pencari ilmu.

"Semoga beliau yang telah bermurah hati untuk membantu para pencari ilmu Allah ini lebih dimudahkan lagi rezeki nya,"harap Abdul Aziz.

oleh : Ade