BLANTERSWIFTBEGANBENEFITSBLOG101
5 Hal Kecil yang Tanpa Disadari Menggagalkan Program ASI Eksklusif Anda

5 Hal Kecil yang Tanpa Disadari Menggagalkan Program ASI Eksklusif Anda

Rabu, 25 Juli 2018

tebopedia.com-Berbeda dengan masyarakat tradisional yang masih bergantung sepenuhnya dalam memberikan ASI kepada anaknya, dikalangan masyarakat modern serta ditambah pula dengan kesibukan bekerja, tidak jarang orangtua lebih awal menghentikan ASI anaknya. 

Selain persoalan sosial, ada beberapa hal kebiasaan maupun faktor lain pula yang kerap menyebabkan gagalnya seorang ibu dalam memberi ASI kepada buah hatinya, sebagaimana ditulis oleh hellosehat.com bahwa idealnya bayi harus diberikan ASI Ekslusif semenjak lahir sampai 6 bulan pertama hidupnya. Meski begitu, ada banyak hal yang bisa membuat pengalaman ASI ekslusif tiap ibu dan anak berbeda-beda. Ada ibu yang lancar-lancar saja selama masa ini, tapi ada juga yang merasa kesulitan menyusui buah hatinya. Apabila Anda masuk ke dalam kategori kedua, coba renungkan dulu sejenak. Jangan-jangan, beberapa hal yang Anda selama ini lakukan menyebabkan program ASI eksklusif gagal tanpa disadari.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan ASI eksklusif gagal

Menyusu eksklusif selama enam bulan memang tidak mudah. Namun, beberapa hal di bawah ini tak disangka dapat menambah kesulitan Anda sehingga tak disangka-sangka menggagalkan usaha ASI eksklusif Anda untuk si kecil.

1. Memberi madu atau air putih

Banyak masyarakat Indonesia yang masih percaya bahwa mengoleskan madu dibibir bayi dapat memerahkan warna bibirnya, atau untuk mengatasi bibir bayi yang kering. Namun, hal inilah yang tanpa disadari bikin program ASI eksklusif gagal total.

Ingat, ASI eksklusif artinya Anda hanya harus memberikan ASI saja ke bayi selama enam bulan. Bahkan, pemberian air putih saja tidak diperbolehkan. Hal yang masih boleh diberikan pada bayi selama ASI eksklusif adalah seperti obat-obatan, vitamin, atau mineral tetes.

2. Terlalu sering memberikan ASI dari botol

Banyak ibu bekerja yang memberikan ASI perah lewat botol agar anak mereka tetap bisa mendapatkan ASI eksklusif. Meski begitu, terus-terusan memberi ASI botolan pada bayi bisa membuat bayi mengalami bingung puting sehingga ia akan menolak saat ditawarkan menyusu langsung dari payudara ibu.

Bingung puting dapat membuat bayi kesulitan mendapatkan ASI dari payudara ibu.

3. Berpikir bahwa ASI yang keluar sedikit

Ternyata pikiran dapat berpengaruh terhadap produksi ASI. Jika ibu terus-terusan berpikir bahwa ASI yang keluar sedikit atau ASI tidak lancar (padahal sebenarnya tidak ada masalah), tidak menutup kemungkinan bahwa hal ini akan benar-benar terjadi.

Stres karena ibu terus berpikir produksi ASI-nya sedikit dapat membuat pelepasan hormon kortisol yang merangsang produksi ASI terhambat. Akibatnya, produksi ASI dapat terganggu dan menjadi sedikit. Hal ini tentu dapat mengganggu pemberian ASI eksklusif selama enam bulan.

4. Diet atau membatasi makan saat menyusui

Setelah melahirkan, tentu ibu ingin mendapatkan berat badannya kembali. Hal ini mendorong ibu untuk membatasi makan atau melakukan diet saat menyusui. Padahal selama masa menyusui, ibu tetap perlu banyak asupan makanan bergizi seimbang agar produksi ASI-nya tetap terjaga.

Jika diet sampai mengganggu produksi ASI, hal ini tentu dapat menghambat pemberian ASI eksklusif ke bayi selama enam bulan ke depan.

5. Menggunakan KB terlalu cepat

Setelah melahirkan bayi, tentu ibu belum siap untuk hamil lagi. Hal ini membuat ibu memutuskan untuk segera memasang alat kontrasepsi setelah melahirkan agar tidak kebobolan hamil.

Namun, memakai alat kontrasepsi terlalu cepat justru dapat menghambat produksi ASI. Beberapa alat kontrasepsi tertentu, seperti IUD dan pil KB, dilaporkan dapat mengganggu produksi hormon yang merangsang produksi ASI.

the posters : Ade
Sumber       : hellosehat.com