BLANTERSWIFTBEGANBENEFITSBLOG101
Ada Yang Bilang Lumpurnya Mirip Lapindo, Air Panas Tebo Justru Jadi Primadona

Ada Yang Bilang Lumpurnya Mirip Lapindo, Air Panas Tebo Justru Jadi Primadona

Kamis, 12 Juli 2018


tebopedia.com-Tak hanya orang Indonesia, seluruh penduduk bumi era zaman now ini selalu berusaha menyamankan diri dengan berbagai kesibukan yang unik. Namun dari sekian banyak kesibukan tersebut, wisata selalu menjadi pilihan yang paling utama. Selain murah, dan baik pula untuk kesehatan psikologis. 

Hal yang sama juga dilakukan oleh penduduk Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, selain suka berwisata, juga suka membuat tempat wisata. Nah, baru-baru ini di Jambi sendiri muncul beberapa tempat wisata baru, baik alami maupun sengaja dibuat. Salah satunya Air Panas yang terletak di Kelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo.

Konon ceritanya sumber air panas ini ditemukan pada tahun 1913 Masehi oleh tokoh setempat, yaitu Datuk Kedemang Jusoh. Cukup lama sekali terabaikan, namun seiring berkembangnya media sosial, dengan tersebarnya foto-foto maupun aspirasi masyarakat setempat, kini Air Panas di Kabupaten Tebo ini mulai mendapatkan sentuhan manis Pemerintah Kabupaten Tebo. 

Lokasi wisata yang berada di pinggiran permukiman ini menjadi buah bibir seantero Jambi, sebab sangat jarang sekali keberadaan Air Panas ditemukan pada dataran rendah. Bahkan selain itu Air Panas yang diperkirakan memiliki suhu 40-80 Derajat Celsius ini mampu menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Azzam narasumber saya yang juga merupakan pengelola wisata nan baru diperhatikan ini, tapi sudah sejak lama bercokol ditanah Seentak Galah Serengkuh Dayung  Mengatakan bahwa sumber Air Panas ini sudah beberapa kali diteliti, dan diketahui mengandung Zat Sulfur dan Asam Amino Aktif. 

"Sudah diteliliti dari Pemerintah Provinsi Jambi, suhunya antara 40 hingga 80 Derajat Celsius, kalau kedalaman sangat dalam, bahkan alat berat pengeruk tanah pernah berusaha menyentuh dasarnya, tapi sama sekali tidak sampai kedasar,"kata Azzam. 

Wah bahaya juga kalau anak-anak berendam disana, apalagi yang tidak bisa berenang bisa tenggelam. "Hehehe...tenang", sepotong kalimat itupun keluar dari mulut Azzam, dengan semangat diapun meyakinkan pula bahwa dikedalaman beberapa meter dari permukaan air, pengelola dan warga memasang sejumlah kayu untuk memastikan agar tidak ada orang yang terjatuh kedalam lobang air panas tersebut.

"Dibagian bawah sudah kita pasang kayu pelintang, aman. Kami sering kok berendam secara langsung, sudah dikasi kayu itu,"katanya meyakini.

Sepintas dilihat, disekeliling air panas ini terkesan kotor, bagaimana tidak, lumpur hitam dan sedikit rumput kerap menjadi ocehan pengunjung yang peduli kebersihan. Tapi jangan su'uzon dulu kalau pengelolanya malas bersih-bersihin ya. 

Cerita punya cerita, eh rupanya lumpur hitam tersebut tidak bisa dibersihkan, setiap kali dikuras, setiap kali dibuang, bahkan diambil menggunakan alat berat, lumpur tersebut tetap keluar. Begitulah kata Azzam. Akibatnya, pengelola tidak lagi mengeluarkan atau membersihkan lumpur tersebut. Sebab setiap kali dilakukan, maka lumpur tersebut akan muncul lagi. Namun uniknya, lumpur tersebut hanya keluar dengan jumlah yang sama.

"Wah mirip lumpur lapindo,"sekilas kata beberaoa warga yang mengetahui hal itu. 

Nyatanya, hingga saat ini Air Panas Tebo yang berada di Provinsi Jambi ini ramai dikunjungi, tidak hanya warga Tebo, warga Jambi, warga Sumatera, bahkan juga warga pulau Jawa pernah kesana. Dan sejauh ini, sejak ditemukan, air, lumpur, dan suhu air, tetap seperti dahulu kala, baik volumenya maupun bentuknya, dan pastinya kini jadi Primadona wisatawan Tebo maupun Jambi. 

Iya, itulah Air Panas Tebo yang berada didataran rendah dengan sejumlah cerita kunonyo, dan kini sudah tampil modern, hanya saja masih banyak yang perlu diperhatikan pemerintah guna pengembangan lebih baik kedepan.

oleh : Ade